Dinkes Banjar Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Berbagai Penyakit



Setiap pergantian musim, masyarakat perlu menyiapkan diri dengan barbagai penyakit yang mungkin saja muncul. Persiapan tersebut dilakukan, untuk menyambut datangnya musim penghujan di kemudian hari.

Penyambutan musim hujan nampaknya dilakukan oleh Dinkes Banjar, dengan menghimbau warganya untuk mewaspadai adanya berbagai penyakit. Jenis penyakit yang mungkin saja muncul meliputi DBD hingga penyakit hepatitis A.

Imbauan Kepada Masyarakat Kota Banjar

pixabay.com

Informasi yang kami dapatkan dari harapanrakyat.com , Dinkes Kota Banjar telah melakukan imbauan kepada masyarakatnya. Imbauan yang diberikannya, sesuai dengan instruksi dari Walikota Banjar No. 800 / 16/ XI/ Dinkes? 2019.

Disana tertuliskan bahwa, adanya pencegahan dan penangulangan terhadap penyait DBD di kota tersebut. Oleh karenanya, dr. Herman Umar, M.Kes selaku Dinker Kota Banjar pun melakukan himbauan tersebut pada warganya.

Imbauan yang dilakukan, menghasilkan langkah antisipasi terhadap penyakit DBD ketika musim penghujan tiba. Langkah antisipasi tersebut, akan dilakukan di berbagai wilayah yang berada di lingkung Kota Banjar.

Mulai dari  lingkungan hunian hingga lingkungan perkantoran, diwajibkan untuk mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal. Dinkes Banjar menyarankan agar gerakan tersebut dilakukan secara serentak setiap semingu sekali.

Perlindungan yang dilakukan tidak sebatas PSN saja, namun dilakukan dengan melaksanakan PSN 3 M Plus. Sebab, masyarakat perlu memberikan perlindungan berlipat untuk terhindari dari berbagai penyakit.

Dengan menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, penampungan air dan genangan air, mengelola sampah dengan 3R, diharapkan bersih dari genangan air dan perindukan nyamuk.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD yaitu  memelihara ikan, menggunakan kelambu di jendela hunian, kawat  kasa, menabur bubuk abate, dan masih banyak  cara lainnya.  Dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, diharapkan jauh dari tempat bersarangnya nyamuk penyebab DBD.

Dalam instruksi yang diberikan Walikota Banjar, untuk mengimbau masyarakat untuk mengikuti gerakan 1 rumah 1 jumantik. Gerakan tersebut bisa diterapkan di setiap hunian, sekolah, kantor, hingga fasilitas yang ada di tempat umum. Dalam gerakan tersebut, akan dilakukan pencatatan dan pelaporan mengenai hasil pemantauan jentik. Gerakan ini akan dilakukan setiap seminggu sekali secara berjenjang.

Melibatkan Segala Kalangan Masyarakat

Kepala Dinkes Banjar juga memberikan instruksi lanjutan, kepada para pelajar yang ada di kota Banjar. Mulai dari siswa kelas V SD hingga tingkat SMP sederajat, diharapkan mampu berperan aktif unuk memantai adanya jentik di huniannya sendiri.

Hasil pemantauan yang dilakukan, nantinya akan dilaporkan secara berkala dan berjenjang. Pelaporan bisa dilakukan ke Puskesmas, yang berdekatan dengan tempat hunian.

Ketika masyarakat sudah siap menghadapi berbagai penyakit, kini saatnya untuk melakukan persiapan terhadap fasilitas yang ada.  Fasilitas utama yang harus dipersiapkan sejak dini, yaitu Puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah Banjar.

Persiapan tersebut dilakukan, sebagai langkah pencegahan adanya peningkatan kasus DBD pada tahun ini. Dengan adanya persiapan, diharapkan mampu meminimalisir adanya kematian.

pexels.com

Tidak lupa, fasilitas kesehatan perlu melaporkan hasil dari adanya kegiatan penanggulangan DBD. hasil laporan tersebut dapat diberikan kepada Walikota Banjar, yang dilakukan secara berjenjang melalui Dinkes Kota Banjar.

Tidak hanya DBD saja yang perlu diperhatikan di musim penghujan ini, namun jangan lupa masih ada penyakit lainnya. Instruksi yang diberikan Dinkes Banjar, juga berisikan adanya kewaspadaan terhadap Hepatitis A.

Kewaspadaan tersebut dilakukan, sehubungan dengan adanya penyebaran kasus Hepatitis A.

Penyebarannya pun cukup mengejutkan masyarakat, lantaran menyasar di beberapa sekolah dan pemukiman warga di wilayah Kota Banjar. Kondisi cukup memperhatinkan, lantaran anak anak rentan terkena penyakit. Untuk itulah, pemerintah dan Dinkes Kota Banjar memberikan instruksi sejak dini.

Dengan mengetahui gejala  Hepatitis, diharapkan orang tua dapat memberikan penanganan tepat dan cepat. Kepala Dinkes kota Banjar pun menyebutkan bila, terdapat gejala dari Hepatitis A yang perlu diwaspadai.

Gejalanya meliputi demam, kehilangan nafsu makan, merasa lelah terus menerus, sakit kepala, perut terasa kembung, air kencing berwarna gelap, mual hingga muntah, serta kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan.

Tidak lupa Dinkes kota Banjar memberikan upaya pencegahan, dan penanggulangan tepat untuk mencegah penyakit Hepatitis A. Bentuk upaya utama yang perlu dilakukan, yaitu menjaga kebersihan secara perorangan.

Bentuk kebersihan diri yang perlu dilakukan seperti mencuci tangan menggunakan sabun, rajin menyikat gigi setiap malam, menjaga kebersihan handuk, hingga tidak membagi segala barang barang pribadi.

Dinkes Banjar menganjurkan untuk memasak makanan dan minuman  hingga matang. Menjaga kebersihan kamar mandi setiap hunian, membersihkan diri setelah buang air besar dan kecil, dan gunakanlah air yang mengalir.

Jangan lupa untuk melakukan desinfeksi pada sumber air, yang menjadi sumber penularan penyakit. Dengan begitu, anda akan terhindar dari berbagai penyakit di musim penghujan ini. Jangan lupa mengkonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan, agar daya tahan tubuh terjaga dengan baik.

Ketika hunian sudah bersih dari segala macam sumber penyakit, kini saatnya melihat lingkungan sekitar anda. Bisa saja penyakit yang menyerang tubuh, tidak berasal dari tempat hunian saja.

Sebab faktor lingkungan selama bekerja atau bersekolah, bisa menjadi faktor kuat sebagai tempat penyebaran penyakit.  Anda tidak boleh lengah, lantaran faktor lingkungan memiliki dampak yang tidak kalah besar.

Pencegahan bagi lingkungan sekitar, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar, tampaknya bisa menjadi alternatif terbaik sebagai langkah pencegahan.

Dirasa percuma bila meningkatkan kebersihan diri, tanpa adanya dukungan lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang kurang bersih, akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan anda juga.

Menurut Dinkes Banjar, sekolah menjadi sumber penyebaran penyakit yang cukup cepat. Oleh karenanya, tenaga pengajar juga perlu memberikan pengawasan lebih terhadap jajanan yang diperjual belikan. Jangan biarkan anak mengkonsumsi jajanan, yang tidak diketahui  tingkat higienisnya.

Dengan begitu, penyakit menjadi enggan untuk bersarang di tubuh anak. Selain itu, sekolah merupakan tempat berkumpulnya berbagai orang dengan tingkat kebersihan beragam.

Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan, bisa menjadi langkah pencegahan tepat untuk berbagai penyakit. Terutama ketika memasuki musim penghujan, sistem imun tubuh mungkin saja menurun.

Belajar dari tahun sebelumnya, Walikota Banjar nampaknya memberikan instruksi lebih dini sebagai langkah pencegahan. Apabila terserang penyakit, segera cari pengobatan ke berbagai fasilitas kesehatan, dan jangan lupa untuk melaporkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *