Mengenal Penilaian Portofolio dan Penggunannya



Penilaian portofolio adalah salah satu metode penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan, dengan cara mengumpulkan berbagai informasi maupun data dengan cara yang sistematis atas hasil kerja maupun karya seseorang. Dalam dunia pendidikan, penilaian ini meliputi pengukuran terhadap 3 domain perkembangan psikologi siswa antara lain aspek kognitif, afektif serta psikomotor.

Pengertian Portofolio dan Penggunaannya Sebagai Sebuah Metode Penilaian

Portofolio juga bisa diartikan sebagai sebuah benda denga wujud fisik, yang merupakan hasil proses sosial pedagogis maupun ajektif. Bentuk fisik dari portofolio ini berupa sebuah bundel yaitu kumpulan maupun dokumentasi dari hasil kerja peserta didik yang disimpan dan disusun sedemikian rupa sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Contoh dari portofolio ini misalnya kumpulan hasil dari tes awal (pre-test) maupun tes akhir (post-test), tugas-tugas, catatan anekdot, berbagai piagam, keterangan tentang proses pelaksanaan tugas terstruktur dan lain sebagainya. Anda bisa menemukan lebih banyak contoh portofolio ini di titikdua.net misalnya, untuk lebih memahami apa itu portofolio.

Sementara sebagai proses sosial pedagogis, portofolio merupakan kumpulan pengalaman belajar yang ada dalam pikiran siswa baik yang berupa pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill) dan sikap (afektif).

Sebagai suatu ajektif, portofolio berkaitan dengan suatu konsep pembelajaran maupun penilaian yang disebut sebagai pembelajaran berbasis portofolio maupun penilaian berbasis portofolio.

Portofolio juga dapat digunakan sebagai produk dari pelaksanaan tugas kinerja, yang telah ditentukan guru maupun ditentukan oleh guru bersama siswa yang merupakan bagian dari usaha untuk mencapai tujuan belajar maupun untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan pada kurikulum.

Dalam hal ini, portofolio digunakan sebagai salah satu instrument penilaian maupun komponen dalam instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai tingkat kompetensi siswa maupun untuk pencapaian hasil belajar siswa. Inilah yng kemudian membuat portofolio digunakan sebagai metode penilaian ataupun asesmen.

Apabila berdasar pada pengertian terkait evaluasi, penilaian, asesmen dan portofolio, dapat dijelaskan bahwa penilaian portofolio dalam suatu pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha memperoleh bermacam informasi dengan cara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh terkait proses, hasil, pertumbuhan, perkembangan dari wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa yang didapat dari catatan maupun dokumen pengalaman belajar selama pembelajaran.

Sementara dalam konteks penilaian, maka penilaian portofolio ini bisa diartikan sebagai upaya untuk menyusun kumpulan karya maupun dokumen siswa secara sistematis dan terorganisir yang didapatkan selama proses pembelajaran, untuk digunakan guru maupun siswa pada mata pelajaran tertentu.

Hal-Hal yang Bisa Dimuat dalam Portofolio SIswa

Portofolio siswa yang kemudian digunakan untuk penilaian berupa kumpulan produk yang dibuat siswa, yang memuat berbagai pekerjaan maupun karya siswa. Produk yang dimaksud meliputi;

  • Hasil tugas proyek, penyelidikan maupun praktikum yag dijalani siswa yang kemudian disajikan atau dijelaskan secara tertulis.
  • Gambar maupun laporan terkait hasil pengamatan yang dilakukan oleh siswa, dalam rangka mengerjakan tugas dalam mata pelajaran tertentu.
  • Analisis terhadap situasi yang relevan dengan mata pelajaran tertentu.
  • Deskripsi maupun diagram pemecahan atas suatu permasalahan dalam mata pelajaran tertentu.
  • Laporan dari hasil penyelidikan terkait hubungan diantara berbagai konsep dalam mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.
  • Penyelesaian atas berbagai soal terbuka.
  • Hasil pekerjaan rumah yang bersifat khas atau yang dikerjakan menggunakan cara yang berbeda dari cara yang diajarkan di kelas maupun berbeda dari yang dilakukan oleh teman sekelas.
  • Laporan hasil kerja kelompok.
  • Hasil pekerjaan siswa yang didapat menggunakan alat perekam video, audio maupun komputer.
  • Dokumen fotokopi piagam maupun penghargaan yang pernah didapatkan siswa.
  • Hasil karya untuk mata pelajaran tertentu yang tidak diberikan oleh guru, misalnya atas inisiatif siswa, namun tetap relevan dengan mata pelajaran tertentu.
  • Penjelasan terkait kesenangan maupun ketidaksenangan siswa atas mata pelajaran tertentu.
  • Penjelasan tentang usaha yang dilakukan siswa dalam mengatasi berbagai hambatan psikologis maupun usaha dalam hal peningkatan diri untuk mempelajari mata pelajaran tertentu.
  • Laporan terkait sikap siswa atas pelajaran.

Kesesuaian Penilaian Berbasis Portofolio dan Kurikulum Pendidikan

Dalam menerapkan penilaian portofolio dibutuhkan suatu pedoman terperinci penilaian atau rubrik. Penilaian ini seharusnya tidak sekedar mengacu pada keberhasilan siswa untuk mendapatkan jawaban yang dikehendaki guru saja, melainkan lebih tertuju pada bagaimana proses berfikir siswa yang tersirat pada isi portofolio tersebut.

Dalam penilaian berbasis kompetensi, prinsip belajar yang digunakan yaitu ketuntasan, dimana siswa tidak diizinkan untuk mengerjakan tugas berikutnya sebelum ia sanggup menyelesaikan (menuntaskan) tugas sebelumnya sesuai prosedur yang benar dengan hasil sesuai harapan. Penilaian ini sesuai dengan penerapan penilaian berbasis portofolio.

Penilaian berbasis portofolio menerapkan acuan penilaian kriteria, yang memandang bahwa;

  • Semua siswa memiliki kemampuan setara dan dapat belajar apa saja, dimana hanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kemampuan tertentu yang bisa berbeda diantara siswa.
  • Standar ketuntasan materi haruslah ditentukan sebelumnya.
  • Hasil penilaian hanya ada kata “lulus” atau “tidak lulus” saja, tidak ada opsi hasil lainnya.
  • Aspek yang diukur pada penilaian portofolio meliputi 3 aspek perkembangan psikologi yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.

Demikianlah sedikit ulasan tentang penilaian berbasis portofolio yang saat ini diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Dengan memahami tentang metode penilaian ini, semoga Anda dapat lebih memanfaatkan penerapan penilaian inidan lebih bijak dalam menganalisa hasil yang ditunjukkannya, dimana penilaian ini tidak beroorientasi pada hasil melainkan lebih kepada proses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *