Mengenal Sejarah Masjid Namira



Di Indonesia ada cukup banyak masjid yang bisa dibilang unik dan juga menarik untuk Anda kunjungi. Baik menarik dari segi arsitekturnya maupun dari keindahan pesona yang lainnya. Di Jakarta ada contohnya bahwa masjid Istiqlal ini menjadi salah satu masjid yang paling besar di Asia Tenggara. Masjid memang merupakan tempat ibadah umat muslim di mana pun berada.

Masjid-Masjid di Seluruh Indonesia

Sedangkan di Aceh ada Masjid Baiturrahman yang menjadi masjid yang masih berdiri meskipun sudah pernah terkena guncangan dahsyatnya tsunami. Di Depok, Jawa Barat ada Masjid Dian Al Mahri yang sekaligus dikenal juga dengan Masjid Kubah Emas, dan beberapa masjid lain yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak ingin tertinggal dengan beberapa masjid yang ada di daerah lain, di Jawa Timur tepatnya di Lamongan ada masjid yang memiliki kemegahan dan juga unik dan disebut dengan Masjid Namira. Masjid ini terletak persis di Desa Jotosanur, Kecamatang Tikung, Lamongan. Masjid ini memiliki bangunan yang minimalis seperti beberapa masjid yang ada di Timur Tengah.

Bagaimana Sejarah Pembangunana Masjid Namira?

Di masjid ini telah terpampang beberapa kiswah yang memiliki ukuran yang kecil sehingga mampu meningkatkan ketakjuban bagi siapa saja yang datang ke masjid ini. Bukan hanya kiswah saja, melainkan para masyarakat bahkan jamaahnya sendiri bisa mencium aroma khas Tanah Suci Mekkah yang seolah-olah mampu untuk meningkatkan kerinduan akanBaitulloh.

Siapa sangka bahwa siapa saja jamaahnya yang menginjakkan kaki di masjid ini ikut dibuat takjub dengan karpet masjid yang empuk. Di Kota Lamongan sendiri juga sudah banyak toko yang jual karpet masjid seperti yang dimiliki oleh masjid ini. Bahkan karpet yang ada di masjid ini memiliki kesamaan dengan karpet masjid yang ada di Roudhoh Madinah atau rumah Rasulullah SAW.

Situasi dingin dan juga khusyuk ini juga sangat terasa ketika semua orang akan menjalankan shalat. Berbagai fasilitas masjid pun menyediakan kursi roda dan juga tempat duduk untuk para jamaahnya yang tidak bisa melakukan sholat dengan berdiri. Bahkan masjid ini juga seringkali dijadikan sebuah tempat untuk mengabadikan momen ketika berada di Lamongan.

Bukan hanya arsitekturnya saja yang disamakan. Untuk tempat berwudhunya sendiri. Ikut dibuat dengan nuansa Masjidil Haram dan juga Madinah. Sebelumnya, masjid ini memiliki luas 1 hektar dan juga bisa menampung kurang lebih 500 jamaah. Namun, di masa perubahannya, masjid ini diperluas hingga 2,7hektar dan saat ini bisa menampung hingga 2500 jamaah

unsplash.com

Adanya Perbaikan Masjid Namira

Menurut beberapa orang, penamaan atau penyebutan dari masjid ini diambil dari salah satu masjid yang berada di Padang Arafah, Arab Saudi. Masjid ini dibangun sudah sejak lama bahkan baru pertama dibuka di tahun 2013 yang lalu. Masjid yang cukup megah ini memang mendapatkan perawatan yang sangat baik dari pihak pengelola bahkan masyarakatnya sendiri yang menjaga masjid ini agar tetap terawat dengan baik.

Bahkan beberapa kali masjid ini mengalami beberapa perubahan. Untuk berapa biaya yang berkisar untuk dikeluarkan pun tidak pernah ada yang mengetahui. Hanya saja ada beberapa donatur tetap yang membantu pembangunan dan perawatan masjid ini hingga sampai saat ini masjid ini masih berdiri kokoh dan dikunjungi oleh banyak wisatawan dari berbagai wilayah.

unsplash.com

Menariknya Masjid Namira di Mata Masyarakat

Masjid Namira ini adalah salah satu masjid yang berada di Lamongan sekaligus menjadi junjungan sejumlah orang untuk beribadah. Ketika memasuki bulan Ramadhan, bahkan ada cukup banyak pengunjung yang melakukan ngabuburit di dalam masjid ini. Sebab, para pihak panitia dan penyelenggara ini menyediakan takjil bagi yang datang ke masjid ini.

Bahkan perlu Anda ketahui juga bahwa ketika memasuki Bulan Ramadhan, masjid ini mendatangkan imam secara langsung dari Timur Tengah. Bukan hanya jadi jujugan untuk ngabuburit saja melainkan masjid ini sering dijadikan sebagai sebuah tempat untuk beribadah, akad nikah, pengajian, dan lain sebagainya.

Selain itu, di masjid ini memang sengaja dibuat seperti di Arab Saudi agar para penduduk yang belum memiliki peluang untuk datang ke Tanah Suci atau bahkan merasa rindu untuk pergi ke Masjidil Haram bisa merasakan nuansa ini di masjid ini. Bangunan masjid yang juga dibuat minimalis ini bisa didatangi oleh semua kelompok untuk merasakan hal yang sama.

Bagi Anda yang ingin mencari beberapa rekomendasi baik furniture, dekorasi bahkan karpet masjid, maka Anda bisa mencari beberapa toko yang jual karpet masjid di Lamongan untuk mendapatkan karpet yang hampir serupa dengan yang ada di masjid ini. Demikianlah informasi tentang salah satu masjid yang banyak dikunjungi oleh beberapa orang khususnya di Lamongan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *