KABUPATEN BANTUL



Kabupaten Bantul adalah salah satu Kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Tentu saja Ibukotanya adalah Bantul. Kabupaten Bantul memiliki perbatasan dibagian sebelah utara ada Kota Yogyakarta, dan juga Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul ada dibagian timur, dan Kabupaten Kulon Progo dibagian barat, kemudian Samudra Hindia dibagian selatan.

Tentang Kabupaten Bantul

Kepadatan penduduknya total ada sebanyak 995.264 orang ( Dilansir pada tahun 2017)

GEOGRAFI

Letak Kabupaten Bantul berada di antara 07°44’04” sampai 08°00’27” LS dan 110°12’34” sampai 110°31’08” BT.

Jika luas wilayah Kabupaten Bantul sekitar 508,85 km2(15,90 5jika luas dari wilayah propinsi DIY)

SEJARAH

Jika kita membicarakan tentang Bantul, maka tidak akan habisnya untuk menceritakan apa saja sejarah yang telah berkembang selama berpuluh-puluh Masehi yang lalu.

Yang telah kita ketahui bahwa Bantul termasuk bagian dari Yogyakarta, dan Yogyakarta memang sudah dikenal dengan beragam sejarah dan juga terindikasi sebagai salah satu kota perjuangan yang ada di Indonesia. Terlebih lagi, bahwa Yogyakarta dikenal dengan kota pelajar.

Bantul juga banyak sekali menyimpan kenangan sejarah jaman dahulu, seperti halnya perlawanan dari Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang saat melakukan upaya mempertahankan Sultan Agung yang saat itu sedang memperlukan bantuan. Tidak lupa juga dengan perjuangan gigih seorang Pangeran Diponegoro tepatnya di Selarong.

Kenapa Bantul bisa tumbuh menjadi daerah otonom yang sejahtera hingga sekarang? Jawabannya adalah kegigihan dan juga perjuangan dari seorang Pangeran Diponegoro saat tengah berperang dengan bangsa kolonial Belanda dimarkas besarnya pada tahun 1825-1839 berlokasi di Selarong.

Setelah Belanda berhasil sedikit meluluhkan kegeraman Pangeran Diponegoro, kemudian Belanda melakukan upaya pembentukan sebuah komisi diwilayah Vortenlanden yang memang bertugas menangani daerah Gunung kidul, Mataram.

Tepatnya tanggal 26 dan juga 31 Maret 1831, antara Pemerintahan Kolonial Belanda dan Sultan Yogyakarta melakukan sebuah perundingan untuk bekerja sama membagi wilayah administratif yang baru untuk kepentingan Kesultanan, dan juga hak sebagai jabatan dan wilayah yang akan dikuasai.

Dan ditanggal 20 Juli ini telah diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bantul setiap tahunnya akan diadakan.

Konon dari pihak kesultanan makna tanggal 20 adalah sebuah pahlawan kegigihan dan juga keramat/suci bagi seluruh elemen masyarakat, mengingat betapa banyaknya perjuangan ketika terjadinya Perang Diponegoro diluncurkan pada tanggal 20 juli 1825 silam.