Bagaimana Cara Daftar Haji Plus yang Benar? 



Tertundanya keberangkatan jamaah haji Indonesia di tahun 2020 dan 2021 membuat daftar antrian keberangkatan semakin panjang. Ini merupakan sebuah kabar buruk bagi umat muslim Indonesia mengingat daftar antrian keberangkatan haji kini sudah mencapai puluhan tahun. Berdasarkan data dari Kementrian Agama, daftar antrian terpanjang berada di kabupaten Pinrang yang mencapai 43 tahun. Daftar antrian yang panjang ini memang menjadi masalah tersendiri karena beberapa calon jamaah merupakan manula. Satu-satunya alternatif paling realistis adalah dengan memilih haji Plus yang menawarkan waiting list yang lebih pendek. Data terakhir menunjukkan bahwa waiting list untuk peserta haji Plus hanya sekitar 7 tahun saja. Waktu keberangkatan bisa lebih cepat jika ada tambahan kuota di tahun-tahun mendatang.

Keunggulan Haji Plus

Haji Plus memang memiliki lebih banyak keunggulan daripada haji reguler yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama. Selain waktu tunggu yang relatif singkat, lokasi penginapan dan akomodasi lain juga akan mendapatkan fasilitas yang lebih baik. Selain itu, tempo penerbangan yang lebih cepat juga memberikan keunggulan karena peserta memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat sebelum mulai melaksanakan ibadah haji. Hanya saja, soal biaya haji Plus memang lebih mahal, yakni berkisar US$11.000 hingga US$22.000. Biaya tersebut sudah termasuk tiket perjalanan, visa haji, biaya vaksin sebelum haji, biaya manasik haji, hingga biaya akomodasi dan transportasi di tanah suci yang akan didampingi oleh tour guide berpengalaman.

Proses Pendaftaran Haji Plus

Jika Anda tertarik dengan program haji Plus, Anda tidak perlu khawatir karena meski diselenggarakan oleh pihak swasta, namun mereka tetap berada di bawah pengawasan Kementrian Agama Republik Indonesia. Hal ini memungkinkan ibadah haji tetap sah, aman, dan nyaman. Proses pendaftaran ibadah haji plus pun hampir sama dengan proses pendaftaran haji reguler. Berikut alur pendaftaran dan dokumen yang harus diserahkan:

  •       Pilih Agen/ Biro Haji Plus

Anda bebas memilih agen perjalanan, hanya saja Anda harus memastikan bahwa biro haji plus tersebut memiliki nomer izin yang masih berlaku dan berada di bawah pengawasan Kementrian Agama.

  •       Rekening Tabungan Haji

Anda bebas memilih bank yang dipilih oleh Departemen Agama untuk membuka rekening haji. Biasanya pihak bank membutuhkan dokumen seperti KTP dan dana setoran awal tabungan haji dengan nominal yang bervariasi, mulai dari 25 juta hingga 30 juta Rupiah. Mengingat penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh pihak swasta, biasanya setoran awal akan ditransfer ke rekening agen perjalanan.

  •       Nomor Porsi

Setelah pihak travel agent mendapatkan setoran dari peserta haji plus, mereka akan langsung menyetor dana tersebut kepada Kementrian Agama. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan Nomor Porsi antrean. Sejak saat ini, peserta haji plus biasanya sudah mendapatkan gambaran kapan waktu keberangkatan haji, dengan catatan tidak ada halangan apapun seperti wabah penyakit Covid seperti sekarang ini.

  •       Bukti Setoran Awal

Setelah itu, peserta akan mendaptakan bukti setoran awal yang harus disimpan dengan baik. Lembar bukti ini biasanya berisi setoran awal dan nomor validasi yang akan diurus oleh agen perjalanan penyelenggara haji plus.

  •       Melengkapi Berkas

Setelah mendapatkan Nomor Porsi dan lembar validasi, calon peserta haji wajib menyerahkan dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan kepada biro haji plus. Pastikan Anda melengkapi dokumen tersebut guna keperluan imigrasi sehingga tidak ada gangguan apapun saat kelak pergi ke tanah suci.

  •       Pelunasan

Tempo pelunasan biaya haji plus biasanya memiliki aturan dan ketentuan tertentu, tergantung kesepakatan dengan agen penyelenggara haji plus. Biasanya peserta diminta untuk melakukan pelunasan sekitar 6 hingga 8 pulan setelah melakukan setoran awal.